Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Menulis dan teman



Menulis dan Teman

gethamitha_1
Q-time bareng setelah makan bakso kangen

Tak dapat dipungkiri bahwa menulis adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk mengusir kesepian. Dengan menulis aku merasa bagai berbicara langsung dengan seeorang, entah siapa. Aku tak peduli ada yang mendengar atau membalas ceritaku karna aku hanya ingin menuangkan seluruh isi fikiranku lewat tulisan. Dia adalah teman bisuku. Berbeda dengan teman pada dunia nyata. Aku merasa ada sesuatu yang entah mengapa enggan tuk aku sampaikan pada orang lain, yaitu masalah dan kesedihan. Aku merasa senang bila membuat orang lain tertawa, bahkan tidak memikirkan masalahnya. Akupun demikian. Lain halnya saat sendiri. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa, tapi aku membenci keramaian. Jadi, menulis merupakan salah satu alternatif bijak.



Berbicara teman, akankah kita tahu lebih dalam makna teman? Mungkin orang yang hanya kita kenal sepintas bisa disebut teman, tapi bagaimana dengan sahabat? Menurutku sahabat itu ketika kita tanpa malu memperlihatkan kebodohan di depan mereka, tertawa lepas, lupa akan semua masalah, dan hal lain yang menurutku menyenangkan J.
Awal masuk kampus aku kira tidak akan mendapat teman yang bisa menerima apa adanya, ternyata aku salah. justeru disini mereka semua welcome dan gesrek semua. hahahaha... emang bener sih kalo ada yang bilang anak PTIK otaknya gesrek semua. gimana enggak? kebanyakan Mahasiswanya cowo (nggak juga sii) tapi emang gokil semua.. Baguslah. :D. sebenernya banyaksih tingkah mereka yang bikin ngakak, susah buat diceritain satu per satu. ntar aja lah kalo lagi ada waktu luang.
Intinya mah serulah. kali-kali jangan mikirin kodingan mele, melelahkan. mending streaming or kenyang donload di PUSTIKOM. wkwkwkwk.... makasih buat Dosen2 yang baik :*
foto setelah uas LIP :v
PTIK 2015

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pena Kesendirian

 
Pena Kesendirian

Aku memang tak bisa berperang dengan pedang
Tapi hanya mampu berperang dengan pena sang pejuang
Satu gores pedang hanya mampu melukai satu orang saja
Tapi satu gores tinta bahkan mampu menggetarkan dunia
Luka karena pedang mampu disembuhkan
Namun luka karena pena justeru membekas tak terlupakan

Aku sendiri bukan berarti meminta belas kasihan
Tapi aku sendiri itu merupakan pilihan
Tak ada gunanya aku bersama kalian
Tenggelam dalan kepandiran dan kenestapaan
Yang hanya menghabiskan waktu dengan kesia-siaan
Seakan tak pernah memikirkan masa depan

Inilah aku yang mengasingkan diri
Hidup sendiri tuk mencari jati diri yang hakiki
Tak kenal lelah meski harus berlari ke sana-kemari
Dengan kobaran api keberanian yang terpatri
Namun tak pernah sekalipun kalian sadari
Permata yang hilang sudah tak bisa dicari

Untuk apa bebicara dengan orang awam?
Yang dalam kehidupannya saja mereka kelam
Dan tak akan pernah merasa tenteram siang dan malam
Maka jawaban terbaikku untuk mereka adalah diam
Lihatlah suatu saat mereka akan bersiteru dengan alam
Kemudian beranggapan bahwa dunia itu kejam

Adapun sekarang biarlah mereka berjaya
Dengan segala kelakar murahannya
Yang ia rasa itu memang pantas untuk menyombongkan dirinya
Merasa hebat dengan segala yang ia punya
Hingga lupa bahwa kan tiba suatu masa
Dimana orang yang menganggap dirinya sendiri mulia
akan menjadi makhluk yang paling hina

Masih sendiri...
bersama pena pengguncang dunia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEBAHAGIAAN

what is happiness for me?

            Inilah yang terkadang begitu sulit untuk dicapai. Memang adakalanya ketika kita melihat senyuman terpancar dari wajah orang-orang yang kita sayangi seakan kita ikut merasakannya. Tapi sadarlah, bahwa kita tidak dapat membohongi diri sendiri. Ingin sekali rasanya hadir diantara mereka, bersenda gurau tanpa mengenal batas. Melakukan apapun yang kita kehendaki memang menimbulkan rasa puas tersendiri. Namun dibalik itu semua ada hal yang lebih baik lagi. Sendiri bukan berarti mati, tetapi sedang menyiapkan seribu aksi.

            Jika kita hanya memperhatikan kebahagiaan orang lain, lalu kapan kita belajar untuk hidup prihatin? Bagaimana jika secarik kertas yang ada dihadapanmu hanya berwarna putih? Sungguh membosankan bukan? Ada kalanya kita membutuhkan warna hitam, merah, biru, dan lainnya. Bagaimana pula jika sebuah masakan tidak diberi garam sama sekali? Hambar bukan? Karena sudah banyak sekali orang yang merasakan asam garam kehidupan. Apakah kita masih akan bertahan dengan rasa hambar ini? Sekali-kali kita harus merasakan pahit, asam, pedas. Jangan hanya ingin manis saja. Itu juga tidak baik karena bisa saja menimbulkan diabetes. Tetap saja berbahaya!

            Sering kali aku melihat atau mendengar keluhan seseorang tentang kehidupan yang menurutnya sangat tidak adil, mengerikan, membosankan, menakutkan, atau semacamnya yang tidak memihak pada kebahagiaan. Padahal secara kasat mata kita menilai bahwa orang itu begitu bahagia dengan kehidupannya. Bahkan mungkin sebaliknya. Orang yang kita anggap paling menderita dan memperihatinkan nyatanya mereka bisa merasa sebagai orang yang sangat beruntung karena memiliki kebahagiaan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Inilah fakta kehidupan.

            Keadaan semacam inilah yang ku alami saat ini. Mungkin beberapa orang menganggap aku adalah orang yang beruntung, atau bahagia dengan kondisiku yang sekarang karena aku mengalami nasib baik dibanding mereka. Tapi ada sisi lain yang tidak mereka ketahui. Ada sesuatu yang mereka miliki sedang aku tidak. Salah satunya adalah kebebasan. Ya, dari dulu aku menginginkan kebebasan untuk menentukan jalan hidupku sendiri. Namun apalah daya karena aku ternyata masih berpangku tangan pada orang tuaku. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perkenalan

I'm back...

Setelah cukup lama vakum dari dunia tulis menulis, saya putuskan untuk kembali.
Nama saya Miftahul Zannah (Kunci Surga). mungkin sebagian orang yang faham bahasa Arab akan menanyakan arti nama saya. Apa itu Zannah? yang ada Jannah. :v. Saya juga tidak tahu pasti. tapi yang jelas itulah yang tertera di akte kelahiran saya.
14 September 1996 saat dimana saya terlahir dari seorang ibu yang sangat saya cintai.
sekarang saya menduduki bangku Perguruan Tinggi (Universitas Negeri Jakarta) dengan prodi Teknik Informatika dan Komputer. Mendengarnya saja orang sudah kagum, karena prodi yang satu ini termasuk yang susah ditempuh apalagi untuk seorang wanita:(. sudahlah lupakan, kalau ngebahas ini mau nangis saya.. :'(...
oya kalau diliat dari muka, bisa ketebak kan asal saya? hehe :v
saya keturunan Padang, tapi lahir di Jakarta. gimana lagi? orangtua tinggal disini. semua saudara juga. gak pernah pulkam. *menyedihkan..
saya punya 2 orang adek, cewe-cowo. tapi jarang akur. biasalahhh.. banyak kok yang begitu. wkwkwk
udah ya segitu dulu. InshaAllah saya bakal ngeposting banyak hal untuk selanjutnya. see u... :* :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS