Pena Kesendirian
Aku memang tak bisa berperang dengan pedang
Tapi hanya mampu berperang dengan pena sang pejuang
Satu gores pedang hanya mampu melukai satu orang saja
Tapi satu gores tinta bahkan mampu menggetarkan dunia
Luka karena pedang mampu disembuhkan
Namun luka karena pena justeru membekas tak terlupakan
Aku sendiri bukan berarti meminta belas kasihan
Tapi aku sendiri itu merupakan pilihan
Tak ada gunanya aku bersama kalian
Tenggelam dalan kepandiran dan kenestapaan
Yang hanya menghabiskan waktu dengan kesia-siaan
Seakan tak pernah memikirkan masa depan
Inilah aku yang mengasingkan diri
Hidup sendiri tuk mencari jati diri yang hakiki
Tak kenal lelah meski harus berlari ke sana-kemari
Dengan kobaran api keberanian yang terpatri
Namun tak pernah sekalipun kalian sadari
Permata yang hilang sudah tak bisa dicari
Untuk apa bebicara dengan orang awam?
Yang dalam kehidupannya saja mereka kelam
Dan tak akan pernah merasa tenteram siang dan malam
Maka jawaban terbaikku untuk mereka adalah diam
Lihatlah suatu saat mereka akan bersiteru dengan alam
Kemudian beranggapan bahwa dunia itu kejam
Adapun sekarang biarlah mereka berjaya
Dengan segala kelakar murahannya
Yang ia rasa itu memang pantas untuk menyombongkan dirinya
Merasa hebat dengan segala yang ia punya
Hingga lupa bahwa kan tiba suatu masa
Dimana orang yang menganggap dirinya sendiri mulia
akan menjadi makhluk yang paling hina
Masih sendiri...
bersama pena pengguncang dunia







0 komentar:
Posting Komentar